Selasa, (25/6) Kasi Pemb dan Kesos Kelurahan Banyuasri I Ketut
Artaya, S.Sos, mewakili Lurah Banyuasri menghadiri undangan Mini Loka Karya
Kecamatan yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Camat Buleleng.
Rapat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,Lagu Mars KB
dan Doa, rapat di buka oleh Camat
Buleleng yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kasi Sosbud Ni Ketut Suryaniti,
SE, M.Si dengan menyampaikan salam pembuka dan mendata/memperkenalkan peserta
rapat mini loka Karya dengan jumlah undangan 63 peserta ,TPP PPS telah
melaksanakan rapat terkait dengan pengisian data Stunting sesuai dengan format
pelaporan serta usaha usaha yg telah dilaksanakan oleh Kecamatan dalam percepatan penurunan stunting.
Di lanjut sambutan oleh Kadis P2KBP3A/yang mewakili yang dalam
sambutanya sangat mengapresiasi pelaksanaan minilok dan berharap kegiatan
ini berjalan lancer, kemudian dari
perwakilan Puskesmas Buleleng, Dewi Susanti, menyampaikan mengenai pencapaian
Puskesmas Buleleng dalam percepatan penurunan stunting diantaranya:
- Status gizi Puskesmas Buleleng I,II dan III bulan Januari s/d mei
2024
- Perkembangan kasus Stunting Puskesmas Bll I,II dan III th. 2024
- Hambatan dan tantangan dalam penanganan stunting
- kegiatan yg telah dilaksanakan oleh Puskesmas dalam penanganan
Stunting
Kemudian dilanjut oleh Drs. I Dewa Made Suardika Koordinator PLKB Kecamatan Buleleng yang memaparkan
tentang hasil pendampingan terkait laporan TPPS dimana dari 29 desa ada 2 yang
belum laporan diantaranya :
- Prosentase pendampingan Bumil
- Prosentase pendampingan Catin
Penyampaian dari Penyuluh KB Kecamatan Sukasada, Kadek Agus Ariana
yang memaparkan tentang pendampingan penanganan Stunting di Kecamatan Sukasada
meliputi :
- Hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan pendampingan
- Analisis situasi TPK Desa/Kel di Kecamatan Sukasada
- Jumlah sasaran pendampingan keluarga
- Kesimpulan dan upaya yang dilakukan
Lebih lanjut dari Sekcam Sukasada Komang Budiarsana S.Sos, memaparkan
terkait strategi trobosan yang dilakukan dalam penurunan stunting yang
melibatkan instansi terkait strategi ya adalah mengawal langsung rembug
Stunting di Desa yang angka stuntingnya tinggi utamanya di Desa Pegayaman dan
mengawalnya di penganggaran di APBDes,intervensi Bumil dengan menyiapkan
ambulan desa.
Kemudian Sekcam Banjar yang memaparkan terkait :
- Lokus Stunting tertinggi di Kec.Banjar
- Sebaran Kasus Stunting di Banjar
Upaya yang dilakukan adalah mengikuti rembug Stunting di 17 Desa
Kecamatam Banjar dan hasil temuan dilapangan saat rembug Stunting terkait
penyusunan TPPS semester I meliputi tingkat kehadiran di posyandu,ketepatan
sasaran PMTdan TPPS belum mengenali cakupan
keluarga resiko stunting serta
penyampaian data Bumil dan data
penganggaran di APBDes terkait intervensi stunting. Kemudian rapat
dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Turut hadir dalam undangan :
- Satgas Penurunan Stunting PROV.Bali
- Majelis Desa Adat Kecamatan Buleleng
- Kapus Buleleng I,II dan III
- Ahli gizi Puskesmas Buleleng I, II dan III
- Ketua TP.PPS 9 Kelurahan di Kecamatan Buleleng
- Koordinator PLKB Kecamatan Buleleng