(0362) 28841
kelurahanbanyuasri@gmail.com
Kelurahan Banyuasri

Inovasi Pembelajaran Budaya: Flashcard Aksara Bali efektif dan disukai siswa dalam belajar Aksara Bali

Admin kelurahanbanyuasri | 09 Oktober 2026 | 52 kali

Banyuasri, 8 Oktober 2026 – Upaya meningkatkan kemampuan dan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa Bali terus dilakukan melalui sinergitas Kelurahan Banyuasri bersama Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Banyuasri. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan Bahasa Bali yang dilaksanakan secara intensif di sejumlah sekolah dasar di wilayah Kelurahan Banyuasri.

Kegiatan pembinaan tersebut telah dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SD No. 1 Banyuasri, SD No. 3 Banyuasri, dan SD No. 4 Banyuasri. Sebanyak 55 siswa mengikuti kegiatan pembinaan Bahasa Bali yang diberikan secara bertahap dan berkelanjutan. Pembinaan Bahasa Bali ini merupakan bentuk sinergitas program Kelurahan Banyuasri dengan Penyuluh Bahasa Bali dalam mendukung pelestarian dan pengembangan Bahasa Bali di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan Bahasa Bali, tetapi juga diajak untuk mengenal aksara Bali dengan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Salah satu inovasi yang digunakan dalam kegiatan pembinaan tersebut adalah Kartu Aksara Bali (flashcard aksara Bali). Media pembelajaran ini dirancang oleh Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali Kelurahan Banyuasri) sebagai sarana pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa. Penggunaan flashcard diharapkan dapat membantu siswa mengenali bentuk dan penggunaan aksara Bali dengan cara yang lebih sederhana. Metode pembelajaran yang interaktif juga membuat proses belajar menjadi lebih menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Melalui sinergitas antara Kelurahan Banyuasri, Penyuluh Bahasa Bali, dan pihak sekolah, pembinaan Bahasa Bali diharapkan dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa dan Aksara Bali sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.